Makin Banyak Tahu, Makin Tergantung kepada Tuhan

Ditulis pada: 24 Mei 2010 | oleh: Budi Yuwono | Diarsip dalam: Tak Berkategori | Tag: | Tak ada komentar »

Dulu saya tidak paham arti dari ayat di Injil ini :  Seseorang yang diutus Tuhan seperti Anak Domba ditengah Kawanan Serigala. Mengapa perumpamaan anak domba yang dipakai? Mengapa bukan domba yang bertanduk, dan bukan pula yang lain?

Setelah mengenal SQ, saya sedikit demi sedikit bisa mengerti maksud kalimat dalam Injil tersebut. Anak domba diibaratkan sosok yang lemah dan tidak mampu membela dirinya sendiri, sedangkan serigala adalah lingkungan yang tidak ramah dan cenderung menentang dan siap memangsa si anak domba. Dalam kehidupan sehari-hari saya mengandaikan anak domba adalah orang yang tengah mewartakan kebenaran (firman) yang biasanya akan menghadapi penentang-penentang yang buas, kejam, dan jahat seperti serigala. Serigala-serigala ini biasanya memiliki argumentasi yang hebat, kuat dan cenderung memaksakan jalan pikirannya kepada orang lain. Dalam menyampaikan kebenaran permasalahan, saya sering merasakan ada argumentasi-argumentasi yang keras dan arogan. Bila hal itu terjadi, hal yang bisa saya lakukan adalah lari kepada gembala saya yaitu Tuhan. Kepada Tuhan-lah saya akan mengeluh, curhat, menumpahkan perasaan dan mencari pembelaan. Pada saat itulah saya merasakan benar-benar lemah dan amat tergantung kepada Tuhan. Saya benar-benar seperti anak domba yang tidak berdaya tetapi merasa sangat aman dalam gendongan Tuhan yang dengan tongkat gembalanya mengusir semua serigala. Selengkapnya »


Mengapa saya mensyiarkan SQ?

Ditulis pada: 18 Mei 2010 | oleh: Budi Yuwono | Diarsip dalam: Keluarga dan Perkawinan, Personal | Tag: | Tak ada komentar »

Mengapa saya menulis blog ini?

Mengapa saya perlu mensyiarkan SQ?

Mengapa disebut SQ Reformation?

Mengapa ini…mengapa itu?

Saya kerap mendapat pertanyaan-pertanyaan senada dengan yang tersebut di atas. Semuanya berawal dari kata ”mengapa”. Orang-orang di sekitar saya pun menanyakan hal tersebut, terlebih mereka sudah lama mengenal saya dan mengetahui saya tidak punya ’potongan’ sebagai orang yang jago berkomunikasi di depan orang banyak. Saya juga cenderung dikenal sebagai orang yang pendiam dan tidak banyak bicara. Lantas mengapa? Selengkapnya »