Ditulis pada: 20 Juli 2010 | oleh: Budi Yuwono | Diarsip dalam: Bisnis, Karir dan Pekerjaan | Tag: kinerja, produktivitas | Tak ada komentar »
Prinsip SQ adalah perbaikan sikap hati manusia selaku individu. Bila tiap individu dalam satu lingkungan bisa berubah menjadi lebih positif akibat SQ, maka perubahan secara massal pun bisa dilakukan. Salah satu bukti nyata penerapan prinsip ini adalah peningkatan produktivitas karyawan di perusahaan saya, PT TMS, tempat saya menjadi salah satu direksinya. Selengkapnya »
Ditulis pada: 14 Juni 2010 | oleh: Budi Yuwono | Diarsip dalam: Rejeki dan Keuangan | Tag: ikhlas, kelimpahan | 2 komentar »
Ilmu matematika manusia pasti menyalahkan judul di atas. Sejak TK hingga perguruan tinggi, dari anak TK hingga profesor kita diajarkan penjumlahan 1 + 1 hasilnya pasti 2. Tetapi matematika kelimpahan yang bersumber pada firman Tuhan melampaui dimensi akal manusia. Dengan matematika ini, 1+1 bisa saja berarti 10, 30, 100 atau bahkan mungkin 700. Selengkapnya »
Ditulis pada: 11 Juni 2010 | oleh: Budi Yuwono | Diarsip dalam: Rejeki dan Keuangan | Tag: keberuntungan, kelimpahan, keterikatan, materi | Tak ada komentar »
Sebenarnya apa yang bisa diperoleh secara nyata dari belajar SQ? Sebagian orang beranggapan belajar SQ hanyalah akan mendapatkan pencerahan jiwa dan memperbaiki motivasi hidup. Saya tidak menyangkal anggapan tersebut, tetapi tidak juga menyetujuinya 100 persen. Karena SQ pun bisa dipakai untuk menumbuhkan dan menciptakan kelimpahan materi. Bagaimana caranya? Selengkapnya »
Ditulis pada: 24 Mei 2010 | oleh: Budi Yuwono | Diarsip dalam: Kesehatan | Tag: Kesehatan, kesembuhan | 1 komentar »
Mudah bagi kita mengucapkan istilah berserah diri. Mudah pula kita mengucapkan kata ikhlas. Tetapi tahukah Anda bahwa dengan berserah diri dan ikhlas bisa menjadi cara meningkatkan kesehatan sekaligus menyembuhkan penyakit?
Anda barangkali percaya dan tak percaya tulisan ini. Ceritanya begini. Saya pernah punya seorang manajer di kantor saya. Orangnya keras dalam bersikap, perangainya kaku. Bahkan terhadap penyakit yang dideritanya pun ia bersikap keras. Dia mengidap kanker di lehernya yang membesar sehingga nampak benjolan di bawah pipinya. Karena sudah menahun, kanker itu menjalar dan menekan jalan makanan (kerongkongan). Akibatnya dia sulit bila berbicara dan suaranya terdengar berat dan tersengal-sengal. Selengkapnya »
Ditulis pada: 24 Mei 2010 | oleh: Budi Yuwono | Diarsip dalam: Tak Berkategori | Tag: kesaksian | Tak ada komentar »
Dulu saya tidak paham arti dari ayat di Injil ini : Seseorang yang diutus Tuhan seperti Anak Domba ditengah Kawanan Serigala. Mengapa perumpamaan anak domba yang dipakai? Mengapa bukan domba yang bertanduk, dan bukan pula yang lain?
Setelah mengenal SQ, saya sedikit demi sedikit bisa mengerti maksud kalimat dalam Injil tersebut. Anak domba diibaratkan sosok yang lemah dan tidak mampu membela dirinya sendiri, sedangkan serigala adalah lingkungan yang tidak ramah dan cenderung menentang dan siap memangsa si anak domba. Dalam kehidupan sehari-hari saya mengandaikan anak domba adalah orang yang tengah mewartakan kebenaran (firman) yang biasanya akan menghadapi penentang-penentang yang buas, kejam, dan jahat seperti serigala. Serigala-serigala ini biasanya memiliki argumentasi yang hebat, kuat dan cenderung memaksakan jalan pikirannya kepada orang lain. Dalam menyampaikan kebenaran permasalahan, saya sering merasakan ada argumentasi-argumentasi yang keras dan arogan. Bila hal itu terjadi, hal yang bisa saya lakukan adalah lari kepada gembala saya yaitu Tuhan. Kepada Tuhan-lah saya akan mengeluh, curhat, menumpahkan perasaan dan mencari pembelaan. Pada saat itulah saya merasakan benar-benar lemah dan amat tergantung kepada Tuhan. Saya benar-benar seperti anak domba yang tidak berdaya tetapi merasa sangat aman dalam gendongan Tuhan yang dengan tongkat gembalanya mengusir semua serigala. Selengkapnya »