SQ Menaikkan Produktivitas Karyawan
Ditulis pada: 20 Juli 2010 | oleh: Budi Yuwono | Diarsip dalam: Bisnis, Karir dan Pekerjaan | Tag: kinerja, produktivitas | Tak ada komentar »Prinsip SQ adalah perbaikan sikap hati manusia selaku individu. Bila tiap individu dalam satu lingkungan bisa berubah menjadi lebih positif akibat SQ, maka perubahan secara massal pun bisa dilakukan. Salah satu bukti nyata penerapan prinsip ini adalah peningkatan produktivitas karyawan di perusahaan saya, PT TMS, tempat saya menjadi salah satu direksinya.
Bermula ketika saya mulai mengenal SQ pada tahun 2000 dan perlahan saya mulai menerapkannya kepada jajaran manajemen. Setiap rapat-rapat membahas kinerja perusahaan, selalu saya selipkan hal-hal terkait SQ. Saya sampaikan tentang pentingnya menghargai karyawan, menghargai waktu, berkomitmen dalam bekerja, jujur, menghargai pendapat bawahan, mau mendengar keluhan, dan hal-hal lain terkait SQ. Saya memulai tabligh terlebih dahulu kepada jajaran staff dan management. Kepada mereka saya sampaikan agar jangan merasa lebih pintar dari bawahan. Mereka (bawahan) adalah orang yang 24 jam di lapangan dan memahami permasalahan riil. Setelah jajaran managemen, saya teruskan tabligh kepada karyawan di level operator.
Saya tak punya target apapun bahwa apa yang saya sampaikan kepada manager dan karyawan akan mengubah mereka. Saya hanya berusaha karena sebenarnya saya tidak punya kuasa apa-apa untuk mengubah mereka. Tuhan-lah yang akan mengubah mereka sesuai kehendak-Nya. Dengan demikian setiap kali melakukan tabligh (menyampaikan), saya tak lagi dihinggapi beban.
Alhamdulillah, kini terasa ada perubahan terhadap perilaku karyawan dan kinerja perusahaan. Semakin mengenal SQ, kinerja karyawan semakin bagus. Dalam lima bulan terakhir mulai Januari-2010 ini saja, sudah tiga kali produktivitas karyawan mencapai angka 95 persen. Padahal dalam kurun waktu 2003 – 2009, produktivitas 95 persen hanya tercapai 3 kali saja. Dan puncaknya pada bulan Mei dan Juni – 2010 produktivitasnya mencapai rekor tertinggi yaitu 97 %. Suatu peningkatan yang mengesankan.
Hikmah dari pencapaian ini adalah produktivitas selalu terkait dengan sikap hati masing-masing individu. Sikap hati yang ikhlas dalam bekerja, mengasihi manusia apapun pangkatnya, adalah modal dasar untuk meningkatkan kinerja organisasi. Dari sikap hati inilah akan mengundang kelimpahan sebagai karunia Tuhan. Hal ini pula yang menjawab fenomena mengapa produktivitas karyawan selalu naik pada bulan Ramadan. Rupanya pada saat itu, secara spiritual karyawan menjadi lebih dekat kepada Tuhan, lebih takut berbuat curang atau berbohong, dan tentu lebih ikhlas dalam bekerja.
Jadi apa pelajaran dari semua ini? Cara meningkatkan produktivitas perusahaan adalah memperbaiki kualitas spiritual individu-individu yang terlibat di dalamnya. SQ adalah jawaban ini semua.(*)

Tulis Komentar